Dan tanpa di sangka-sangka di beranda saya muncul sebuah video.
“DOTA: Dragon's Blood | Date Announcement | Netflix”
wew apa ini?
Berharap itu adalah berita yang valid.
Tanpa tedeng aling
aling, saya mengklik dan menonton videonya sampai selesai.
lalu tanpa sadar saya pun tersenyum kegirangan.
"GILA KEREN BANGET, DOTA DIJADIIN ANIME!!!"
Well, bagi pemain, bahkan pensiunan
DOTA, serta kalian-kalian yang pernah berkecimpung di dunia per-DOTA-an pasti juga
merasakan hal yang sama seperti saya.
Game
Wajar dong senang.
Apalagi bagi pribadi yang suka membaca Lore (baca : Lor) atau kisah setiap hero Dota disela-sela menyusun skripsi.
WAJAR DONG SENANG!
....
Tapi....
Sebagai men of culture , yang telah banyak merasakan
pahit manisnya menonton film adaptasi Netflix rasa hype ini juga bisa
menjadi rasa cemas,
Ya saya senang dikarenakan meskipun ini bukan yang pertama x nya dalam sejarah
Netflix membuat film yang adaptasinya dari
Game!
(sebelumnya ada castlevania, the witcher, dan apa itu satu lagi lupa hehe)
(sebelumnya ada castlevania, the witcher, dan apa itu satu lagi lupa hehe)
Akan tetapi tetap saja, untuk mengangkat cerita dari sebuah Game MOBA, dengan alur cerita yang terpisah-pisah dari masing-masing chara ini bukan lah hal yang mudah.
tidak bisa disamakan dengan mengadaptasi dari Manga, Novel, Webtoon, bahkan Game lainnya yang alur ceritanya udah komplit seperti biasa yang sudah-sudah.
(jujur ya, Realm dan Lore DOTA ini luas dan kompleks banget)
Lhaa kok bisa?
Ya bisa pak!
Karena bisa jadi, saat Anime DOTA ini sukses menarik penonton, kedepannya akan
bermunculan Anime adaptasi-adaptasi lain yang diangkat dari Game yang lain pula.
make sense kan?
Bukan tidak mungkin kedepannya akan ada Anime League of Legend, HON, atau bahkan Anime Mobile Legends.
(MC-nya
Alucard ngefeed atau Layla beban tim!)
Busettt keren ngga
tuh???
(keren dong)
Semoga aja beneran kejadian
yak
.......
Namuuunn, tidak dipungkiri, sebagai fans saya juga harus cemas....
Lhaa?
Iya!
Dikarenakan jika dilihat dari sejarah film-film adaptasi orang barat, kebanyakan hasilnya kurang memuaskan dan terkadang sangat amat jelek,
wajar dong sebagai fans, kita cemas kalau film adaptasi game yang kita tunggu-tunggu ternyara hasilnya busuk dan hanya bisa bikin kecewa.
(awas aja ko plix)
masih ingat film-film adaptasi yang dibuat orang barat malah jadi busuk? Avatar, Assasins Creed? Resident Evil? dan lain lain..... cerita inti filmnya bahkan bisa berubah!
Heran~
Ya ituu satu!
...
...
terus (ini yang paling dicemaskan)
Netflix entah kenapa seringkali memasukkan unsur LGBT serta feminism terselubung dalam film-filmnya, dan yang lebih kurang ajar jahatnya, ngga jarang ini terlalu dipaksakan sehingga terkesan
ngga natural dalam penyajiannya, yang ada malah bikin yang nonton jadi cringe dan malesss.
Ga penting x plix!!
Siapa yang rela misalkan nanti diceritakan Cyrstal Maiden ternyata vegan berkulit gelap kayak LC,
Abaddon ternyata lesbian, Omniknigt bipolar, Bloodseeker pernah ganti kelamin, atau Terrorblade malah Gay sama Dragon Knight.
Siapa yang rela?
Siapa yang RELA HAHH?
Sini ko ku sleding
Sini ko ku sleding
Netflix dengan segala sepak terjang nya seringkali be lyke :
Yeyeyey BLACK LIVES MATTER!!
YEYEYEY EMBRACE DIFFERENCES”
YEYEYEY SUPPORT US!!!
Mbah mu Kiper
Arsenal!
YEYEYEY EMBRACE DIFFERENCES”
YEYEYEY SUPPORT US!!!
PLIS JANGANN!!!
Sebenarnya yang diharapkan fans, apalagi saya sebagai
mantan-pemain-yang-sampe-sekarang-masih-suka-nonton-turnamen-DOTA-fans-garis-keras-OG
ini ngga banyak-banyak.
kami cuma berharap Netfix bisa menggarap Anime “DOTA : Dragon Bloods” dengan
berpedoman kepada Lore aslinya, miss-miss dikit boleee lahh, tapi jangan ditambah micin LGBT nya buat nyenengin kaum-kaum anu"
ngga sulit-sulit amat kok flix.
Nanti aku perpanjang akun ku sampe setahun dehhh..
Janji.

Komentar
Posting Komentar