Disuatu malam, saat duduk warung kopi dekat komplek, terdengar sebuah percakapan antara anak SMP dan adiknya yang saya taksir masih bocil SD.
"Dek, ko kan Tank, Specialty nya Initiator, skill duanya CC tu, harusnya bisa lah maju didepan, buka map sering-sering, biar yang Carry damage nya masuk belakangan"
"abang mau farm DHS dulu"
"Lagian itu Hyper asik ngebuff trus ngefeed doang, bantu gank juga kagak, uda kalah gold jauh x ni soalnya."
Yok lah naik ke Legend, bisa yok.
.....
Selanjutnya, selang beberapa menit kemudian terdengar suara rintihan kekalahan.
"Yaa Tuhan dek, masa cover abang aja ngga bisa. lagian ngapain beli sepatu sampe 4 biji!!
@#$*^#@&*^ &
kan kalah kita jadi nya."
Saya yang berjarak hanya 1 meter di sebelah meja nya, hanya bisa tersenyum kecil dan bergumam dalam hati.
"HAHAHA, ko ajak lagi bocil kematian buat ngepush rank"
![]() |
| Saya malam itu |
sungguh menyenangkan melihat tingkah kesengsaraan mereka berdua malam itu..
....
Bagi yang udah sering main Moba, pasti ngerti lah apa maksud dari anak SMP tersebut,
Akan tetapi bagi oknum-oknum yang masih Noob pemula, bait diatas bisa jadi seperti bahasa
dari planet Namek.
Ini biasa terjadi kan?
Maksud saya, terkadang untuk menjelaskan sesuatu yang kita
sendiri udah khatam betul ke oknum yang masih awam rasanya amat susah,
dan kita bahkan sering takjub ngga ngerti kenapa dia nya ngga ngerti.
Robin Hogarth ekonom dari UK menjelaskan peristiwa ini biasa
dikatakan "Kutukan Pengetahuan" atau bahasa kerennya
“Curse of Knowledge”
Menurut wikipedia, Curse of Knowledge diartikan sebagai kondisi
bias kognitif ketika
orang-orang yang lebih tahu merasa sangat sulit memikirkan masalah dari sudut
pandang orang-orang yang kurang/belum tahu.
Ini membuktikan bahwa semakin familiar kita dengan sesuatu, maka akan semakin sulit menempatkan
diri kita pada posisi seseorang yang tidak familiar
dengan hal itu.
Kita tidak bisa melupakan apa yang telah kita pelajari, dan
kita tidak bisa merasakan feeling
ketidak-tahuan secara total lagi seperti kali pertama kita mempelajarinya.
Selain itu, kita akan lebih kesulitan menjelaskan dasar-dasarnya kepada awam yang
baru mengenal subjek tersebut karena kita tidak dapat mengingat pertanyaan apa
yang kita miliki saat baru mengenal subjek tersebut.
Seperti seorang guru matematika yang heran anak didiknya 8 dibagi 2 aja
ngga tau.
Si doi yang ngga ngerti beda nya warna violet, magenta dan ungu.
Hiks~
Bayangin aja, udah 2 orang pick MM, tiba tiba temen malah pick MM lagi.
Atau dianya pick support tapi ngga mau beli item roaming.
(ini menandakan teman tim anda, selain noob, dia juga belum tau tata krama dunia per-Moba-an)
jika sudah begini langkah terbaik selanjutnya ya kalian berdoa saja, moga-moga lawannya juga noob
demikian.
setelah kalah kelar, segera intropeksi diri dan belajar lagi~
......
Mengakali Curse of Knowledge.
berikut ini sedikit tips dari saya untuk meminimalisir marah-marah ga jelas akibat kejadian Curse of Knowledge kalian di masa yang akan datang, karena semakin sering kalian mengalami hal ini dan outcome nya kalian selalu marah marah.
migrain serta stroke ringan akan semakin cepat datang ke hidup kalian.
(selalu ingat, bahwa belajar sesuatu hal yang baru itu membutuhkan kerja keras!, beri teman kalian sedikit pengertian)
....
Intinya kitanya kudu mesti banyak sabar dan supportive ke mereka yang memang belum mengerti, ini jauh lebih sehat berguna ketimbang marah-marah ngga jelas.
jangan udah kalah, kena stroke pula.


Komentar
Posting Komentar